cute_in_Jesus
Residing in Jakarta, Indonesia
Interest : Jesus, Life Struggling Articles
Values : Agaphe, Loyalty, Truth
Temper : Melancholic Dominant

..i'm still learning..
No matter how people may consider you,
always try to give positive impact
to your surrounding.


nelangsa


apa yang dicari? bosen banget nih ...


Monday, July 20, 2009 |






Anugrah


Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaan yang dimilikinya.
Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya.
Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya.
Sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya.
Kekasihnya bertanya,"Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"
Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta.
Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, kemudian menulis sepucuk
surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata
saya."

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat
status dalam hidupnya berubah . Hanya sedikit orang yang ingat
bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat
terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan
menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah Anugerah

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar.
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu.
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu.
Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan yang telah kehilangan pasangan hidupnya.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu.
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu.
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak,
tetapi tidak mendapatkannya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan
atau menyapu lantai
Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh
Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu
Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan
karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.


NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI.


Tuesday, April 14, 2009 |






Emotional Management


I had enough of it. All my adrenalin rushes like river inside my vein. I almost exploded myself during the past several days. Things went badly, and I mean real bad that I cried a lot. I can’t go through the detail in this blog; however I admit I’ve hit my limit. Doing so not only hurting myself; I also hurt others who are close to me. My words become sharper and I become very sensitive towards anything. I have to manage my emotion right away. And it’s very difficult to beat my own ego.

I have lots of things in my mind. I need to achieve all those goals. The harsh reality only landed me to smell failure after failure and it smells stink. The bible told me to give thanks in all things no matter what. It’s written in exclamation so it means an order to accomplish. An order means no request and an order is given based on our ability to achieve it. Honestly it’s hard for me to give thanks nowadays. It’s very hard; in deed. Then this verse spanked me in an instant!

Though the fig tree should not blossom, nor fruit be on the vines, the produce of the olive fail and the fields yield no food, the flock be cut off from the fold and there be no herd in the stalls, yet I will rejoice in the LORD; I will take joy in the God of my salvation.
(Habakkuk 3:17-18)


Habakkuk experienced things far worse than me; yet he still offered his thanksgiving unto God. My trouble is worthless compared to his, so I have no reason to grump anymore. Honestly my heart is hurt but I’m trying to surrender this emotional management to my Creator. Sorry if I have hurt you during the process.


Friday, March 27, 2009 |






Mengasihi dengan Adil


Apa bagusnya dari pincang? Ga ada. Apa bagusnya dari dirawat di rumah sakit? Banyak. Selama kaki patah, ada hal2 seru yang jadi pelajaran buat gue. Di rumah sakit, gue kenalan sama beberapa dokter muda dan suster. Sempet jualan baso ke beberapa orang. Gue juga dapat temen baru, cucu dari pasien di ranjang sebelah gue. Ntar kalo udah sembuh kakinya, gue mo berkunjung ah.

Gue juga dibukakan satu hal tentang keberhargaan diri gue di mata orang-orang sekitar gue. Ada yang sangat sayang ama gue dan ada juga yang tidak perduli, tidak toleran bahkan malah menekan gue padahal kondisi gue sangat tidak memungkinkan untuk memenuhi permintaan sekelompok orang tersebut (walaupun gue udah berusaha semampu gue!). Ga usah bahas deh tentang kelompok orang yang ini karena hanya akan bikin bete aja, gue hanya bisa berserah dan pasrah dalam menghadapi mereka. (Ampuni kami ya Bapa jika antara kami ada yang tidak berkenan padaMu.)

Gue juga belajar untuk melihat keadaan dari sisi seorang yang pincang kakinya. Ternyata respon masyarakat lokal masih belum sebagus respon turis asing ya. Kejadiannya waktu gue nekat ibadah hari minggu yang lalu. Gue ibadah di hotel yang ternyata ga menyediakan fasilitas kursi roda buat tamu yang pake kursi roda (ga kayak di Gajahmada Plaza). Mau ga mau gue harus pake tongkat ke lantai 2, thank God ada lift! Berhubung gue ga pengalaman pake tongkat, maka kebayang dong betapa susah berayun sambil mengendalikan berat bodi gue yang buntel ini. Pas pulang ibadah begitu keluar lift, gue mendadak terhenti karena ada dua nona pengapit cantik sibuk pencet2 hp dan rapih2 gaun; mereka mejeng depan gue tanpa mau minggir walau udah dibilang permisi. Setelah antri, akhirnya mereka pun minggir dan gue bisa lewat. Baru beberapa langkah, ada bule yang passed me by. Bule ini ga melakukan kesalahan apa2, tapi bule ini berhenti mendadak, say sorry dan tunggu sampe gue melewati dia. Lain halnya waktu gue mampir ke GM, wuih gue seperti orang yang ada stempel MENULAR aja gitu. Bahkan ada dua anak kecil yang dengan polos bilang ke ortunya waktu liat gue, ITU KAN ORANG LUMPUH, MENULAR KAN?

Gubrax. Baru kali ini gue digituin. Jadi mikir, gimana dengan mereka yang cacat permanen, gimana mereka yang cacat mental bukannya cacat fisik? Gimana bangsa kita mau maju kalo masih punya mentalitas gitu terhadap orang lain yang mungkin lebih lemah dari mereka yah? Gue sangat tertempelak dengan ironi demikian. Mungkin susah untuk merubah mindset itu dari pemikiran orang lain, tapi sangat mungkin buat masing-masing kita untuk belajar merubah pemikiran diri sendiri. Yuk, kita tetap adil berbagi kasih walaupun terhadap orang cacat sekalipun karena mereka pun adalah manusia yang disayang ama Tuhan kita.


Friday, March 27, 2009 |






Valentine at Hospital


Kasih adalah pengorbanan
Yang memilih untuk tetap percaya
Walau dalam keadaan sulit dan tak menentu
Yang tetap memberi dirinya tanpa pamrih
Walau terkadang ada pedih dan sakit

Kasih adalah pengorbanan
Yang menyatukan segala perbedaan
Yang meredam segala egoisme diri
Yang melebur pembelaan diri pada sebuah kerendahan hati
Yang mengikat dua pribadi pada suatu komitmen kudus


Sepenggal puisi ini aslinya dibuat untuk seorang sister yang mau nikah tapi kok malah jadi background theme valentine buatku yah? Jujur, aku sangat sangat terharu atas curahan kasih sayang yang tanpa pamrih seperti itu, hixx makaci ya An.

Kisah ini dimulai ketika motor kami jatuh masuk lubang di jalanan yang kebanjiran daerah Jembatan Tiga arah tol. Entah mengapa, rasanya ingin sekali berterimakasih pada aparat terkait yang korupsi dalam pembangunan jalan tersebut sehingga kualitas jalan menjadi sangat buruk dan rentan terhadap banjir. Akibat dari kecelakaan ini, telapak kaki kanan patah, masuk hospital dan ga bisa kerja dalam jangka waktu yang ga jelas karena sampai saat ini aku masih belum bisa jalan (bahkan masih perlu dibopong untuk ke wc!).

Lewat kejadian ini, aku dapat melihat betapa besar perhatian dicurahkan untukku. Terima kasih ya buat semua yang udah bela-belain datang or telpon interlokal. Terima kasih buat Abbalove area Barat yang udah minjemin tongkat. Terima kasih juga buat barisan suster gokil yang pasrah dikerjain en dibawelin. Terima kasih buat semua dukungan doa, makanan en dana. Aku masih terima kiriman tiga hal itu kok, masih pada tau kan alamat rumah dan nomor rekeningnya? Hehehehe, lumayan buat biaya cabut pen nanti nih, hehehe.

Kalo mo liat foto, liat aja di Flickr, FS or Facebook yah.


Saturday, February 21, 2009 |






Difficult Decision



Tuesday, November 11, 2008 |






Back To The WORDS – Part II


Artikel Back To The WORDS ini tidak bermaksud untuk merendahkan suatu gender ataupun kelompok komunitas tertentu; artikel ini murni ditujukan untuk membagikan tentang pentingnya fungsi fasilitator dalam komsel dan menghimbau agar masing-masing fasilitator kembali berfungsi secara optimal.

Dalam peristiwa taman Eden, Adam kurang melakukan fungsinya sebagai fasilitator dengan baik. Mari kita intropeksi diri kita masing-masing, adakah kita berlaku seperti Adam? Apakah kita sudah melakukan fungsi kita dengan baik sebagai fasilitator komsel? Sudahkah kita cukup mengenal Tuhan Allah kita sehingga antusias melakukan bagian kita dalam menunaikan tugas pelayanan kita sebagai fasilitator komsel?

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
(Hosea 4:6)

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
(2 Tim 4:2-5)


Dua pedoman yang harus diingat agar kita bisa berfungsi sebagai fasilitator komsel :
- Komsel bukan buat kebaktian yang memiliki format dari luar ke dalam jemaat. Harus ada keterbukaan dengan format dari dalam jemaat ke luar, saling bagi hidup. Dalam komsel, pemimpin sel bukanlah pengkhotbah, melainkan fasilitator yang membantu interaksi dalam komsel.
- Anggota komsel adalah subjek, bukanlah objek. Tidak ada figur central dan semua orang harus aktif.

Fasilitator berasal dari kata fasilitas atau dalam bahasa Ibrani disebut basile yang berarti to make things easy. Sebagai fasilitator komsel, kita harus berfungsi dan menggunakan segala macam metode untuk membuat mengalami Kristus menjadi lebih mudah bagi anggota komsel lainnya.

Fungsi fasilitator :
- sebagai jembatan umum, generalis, harus sering meng-update diri dengan informasi-informasi tentang anggota komsel dan kegiatan-kegiatan yang mungkin akan menjadi pertanyaan anggota komsel
- mempraktekkan lima pelayanan orang percaya (evangelism, inner healiang, deliverance, healing & miracle, kingdom living)
- tukang gali spesialis, mengenal masing-masing anggota komsel secara personal dan kebutuhannya yang paling mendalam

Bagaimana cara membuat mengalami Kristus menjadi lebih mudah?
- Jangan menjadi seorang hakim. Ingat fungsi utama fasilitator. Miliki sikap sensitif dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
- Jernihkan masalah, tidak harus selalu memecahkan masalah. Yang penting peka. Contoh : Tangkap esensi dari sebuah kesaksian yang bertele-tele dan cut dengan manis sehingga tidak terlalu banyak membuang waktu.
- Berikan pilihan-pilihan yang jelas dan siapkan diri untuk konsekuensi atas pilihan-pilihan tersebut.
- Jujurlah. Jangan berpura-pura tahu tentang jawaban yang belum kita ketahui.
- Tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tepat.
- Gunakan sesama teman komsel sebagai referensi.
- Gabungkan pendapat dari masing-masing anggota komsel sebagai kesimpulan akhir. Bila perlu, sebutkan kembali nama dan kutip beberapa kalimat sebagai wujud apresiasi kita.
- Tidak semua pertanyaan harus dijawab. Teladani Presiden Bush ketika menjawab pertanyaan pers yang memojokkan dengan kalimat Good Questions. Thank You. Next.
- Berpikir positif tentang orang lain.


Monday, August 25, 2008 |






Back To The WORDS – Part I


Masih ingat skandal yang pernah terjadi di taman Eden ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa gara-gara makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat? Mari kita bandingkan firman yang diucapkan langsung oleh Tuhan (Kejadian 2:16-17) dengan firman Tuhan yang diucapkan Hawa untuk melawan godaan iblis (Kejadian 3:2-3).

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
(Kejadian 2:16-17)

Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
(Kejadian 3:2-3)


Pada dua ayat di atas kita lihat terdapat beberapa perbedaan, ternyata Hawa tidak mengutip murni Firman Tuhan tetapi juga melebihkan atau menambahkan hal-hal yang tidak diucapkan Tuhan. Tuhan hanya berkata jangan makan buahnya tetapi Hawa berkata jangan makan ataupun raba. Tuhan hanya berkata pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat tetapi Hawa berkata buah pohon yang ada di tengah-tengah taman. Tuhan dengan tegas berkata bahwa mereka pasti mati pada hari mereka memakannya tetapi Hawa berkata mereka nanti mati bila makan ataupun raba buah itu.

Sebelum kejatuhan itu, Tuhan sempat berfirman pada Adam di Kejadian 2:16-17 dan melarang Adam makan buah pohon itu. Saat itu Hawa belum diciptakan dan hanya ada Adam yang mendengar langsung firman Tuhan tersebut. Apabila Hawa mengetahui tentang Firman-Firman yang telah diucapkan Tuhan pada saat Hawa belum diciptakan, maka itu semua karena Adam sebagai pemimpin komunitas yang mengajarkannya kepada Hawa. Hawa tidak mengutip Firman dengan benar karena Adam tidak mengajarkan Firman dengan benar, akurat dan yang seharusnya kepada Hawa.

Mari kita gunakan beberapa versi bahasa agar lebih jelas.

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
(Kejadian 3:6)

And when the woman saw that the tree was good for food, and that it was pleasant to the eyes, and a tree to be desired to make one wise, she took of the fruit thereof, and did eat, and gave also unto her husband with her; and he did eat.
(Genesis 3:6)


Dimanakah Adam ketika Hawa digoda iblis? Adam ada bersama-sama dengan Hawa ketika hal itu terjadi. Dalam bahasa Inggris digunakan kata with her dan dalam bahasa Ibrani digunakan kata ‘im yang menurut Hebrew’s Strong Dictionary berarti :
adverb or preposition, with (that is, in conjunction with), in varied applications; specifically equally with; often with prepositional prefix (and then usually unrepresented in English): - accompanying, against, and, as (X long as), before, beside, by (reason of), for all, from (among, between), in, like, more than, of, (un-) to, with (-al).

Selama ini saya berpikir kalau Hawa terjatuh dalam dosa karena Hawa sendirian melawan godaan iblis, ternyata saya salah. Adam ada bersama-sama dengan Hawa ketika Hawa digoda. Adam diam saja dan tidak berkata apapun supaya Hawa sadar iblis tengah menipunya. Adam ada di samping Hawa yang makan buah itu dan Adam tidak mencegahnya bahkan Adam pun ikut makan buah itu. Adam yang lebih dulu mengenal Tuhan, Adam yang lebih banyak berdialog langsung dengan Tuhan, namun Adam pula yang memilih untuk ikut-ikutan berdosa. Hawa yang tertipu iblis karena tidak tahu akan kebenaran Firman sehingga iblis dengan mudah memutar balik Firman untuk menjebak Hawa. Hawa yang tergoda, bukan Adam, tetapi Adam ikut jatuh dalam dosa.

Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.
(1 Tim 2:14)


Selama ini banyak orang yang menyalahkan Hawa karena kebodohannyalah maka manusia mendapat dosa warisan, namun pernahkah kita berpikir tentang Adam yang tidak melakukan fungsinya sebagai pemimpin komunitas, payung otoritas dan kepala keluarga secara optimal. Sebagai pemimpin keluarga, Adam lah yang pertama kali ditegur Tuhan ketika mereka jatuh dalam dosa. Ada tiga tanggung jawab yang Adam tidak lakukan sehingga kita semua mendapat jatah dosa warisan :
- tidak mengajarkan Firman dengan benar
- tidak menegur Hawa yang tertipu
- tidak mengambil sikap yang benar dan ikut-ikutan berdosa

Adam dan Hawa dalam artikel ini tidak berbicara mengenai gender tapi mengenai posisi dan level kerohanian kita. Adam adalah seorang pemimpin dan fasilitator yang terlebih dulu mengenal Firman Tuhan. Hawa adalah anak binaan yang belum terlalu mengenal Firman Tuhan namun melebih-lebihkan Firman yang baru sedikit dia ketahui dari Adam.

Bagaimana dengan aplikasinya dalam hidup kita? Dimanapun posisi kita, entah sebagai Hawa ataupun sebagai Adam, baiklah masing-masing dari kita introspeksi diri agar kita tidak kembali mengulang kesalahan yang sama. Bila kita berada dalam posisi Hawa yang diperhadapkan dengan fasilitator yang kurang optimal, maka marilah kita berinisiatif untuk berdoa, lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan mendukung fasilitator kita dengan cara menjadi lebih aktif mendapatkan impartasi rohani. Bila kita berada dalam posisi Adam, marilah kita periksa kembali kehidupan kita. Apakah kita sudah optimal melaksanakan tanggung jawab sebagai fasilitator sehingga impartasi yang kita peroleh dari Bapa sudah dialirkan pada anak-anak binaan kita?

..bersambung..


Monday, August 25, 2008 |






Penguasa Hati


Siapakah yang menguasai hatiku? Belakangan ini selalu saja pertanyaan ini muncul. Binun juga jawabnya karena aku pun tak tau mau menyebut siapa penguasanya. Secara logika, harusnya aku berkata kalau Kristus-lah yang menjadi penguasa hatiku, namun aku harus jujur padaNya.

Saat aku merasa iri hati, maka keinginan dagingku-lah yang menjadi penguasa hatiku. Saat aku merasa rendah diri, maka intimidasi-lah yang menjadi penguasa hatiku. Saat aku merasa sakit hati dan tidak mau mengampuni, maka aku telah menyangkali karya salib Kristus. Saat aku lebih memilih untuk membeli apapun yang aku suka padahal belum tentu aku perlukan, maka aku telah menjadikan keinginan mata sebagai penguasa hati ini. Saat aku meremehkan orang lain, maka hati ini telah dikuasai oleh keangkuhan hidup. Saat aku lebih memikirkan pasanganku daripada Tuhan, maka aku telah mempunyai berhala dalam hidupku. Saat aku kembali jatuh dalam dosa, maka aku mengingkari darah penebusan yang sudah Kristus berikan padaku secara gratis.

Apakah yang paling kuanggap berharga dalam hidup ini? Logika ini tentunya memilih TUHAN sebagai sosok yang paling berharga dalam hidup ini, namun dalam praktek sehari-hari aku seringkali memilih yang lain.

Bila keuanganku hancur dan aku tidak memiliki pekerjaan lagi, apakah aku tetap memilih TUHAN ketika mendapat tawaran bekerja dengan bayaran yang sangat tinggi namun pekerjaan tersebut tidak berkenan di hati TUHAN?

Bila aku telah mengalami sakit kronis dan menjalani pengobatan medis selama bertahun-tahun, adakah aku memilih TUHAN ketika ada tawaran untuk sembuh asalkan aku tidak beribadah lagi pada Kristus?

Bila kehidupan sosial yang aku jalani saat ini mengharuskan aku untuk menghujat karya penebusan Kristus, apakah aku akan melakukannya supaya boleh tetap diterima dalam lingkungan yang nyaman itu?

Dan bila tiba waktu untuk memilih yang paling berharga, manakah yang kupilih antara keluarga dan TUHAN?

Apakah aku rela melepaskan semua kenyamanan hidup, harta, kesehatan, kehidupan sosial dan keluargaku demi berkenan bagi Kristus? Apakah aku rela mengosongkan semua berhala dalam hati ini supaya Kristus boleh datang dan berkuasa dalam hatiku?

Sampai saat ini aku menuliskannya, aku masih belum mendapatkan jawaban yang pasti, namun aku mau berusaha semaksimal mungkin supaya panggilan dan kesempatan itu tidak berlalu begitu saja dariku. Apapun yang menjadi pilihanku, aku mau invest hidupku pada nilai-nilai yang bersifat kekekalan. Dalam perjalanannya pasti akan ada jatuh bangun namun aku tetap percaya pada kuat Tangan Yang Menopang diri ini. Genggaman tangan imanku boleh saja menjadi lemah namun itu tidak berarti Sang Maha melupakan bahkan meninggalkan diriku.

Thank You Lord for another new chance given in my life. Please forgive all my trespasses and conquer my heart wholly for the glory of Your Name. Amen.


Friday, August 01, 2008 |






It Is Different Without You Here


Well, judul kali ini mungkin mirip dengan judul film romansa picisan yang bikin orang mencibir jijai, tapi kalimat di atas cukup menggambarkan perbedaan yang lumayan terasa saat ini.

Biasanya aku tidak sendiri mengerjakan ini semua, namun sekarang kamu sudah bahagia di tempat yang lain dan tentunya keadaan di sana jauh lebih baik dari sini. Aku tidak mungkin melarangmu untuk pergi membuka lembaran baru dalam hidupmu. Aku tidak mungkin memberhalakan ego diri dan mengekang langkahmu untuk mewujudkan mimpi indahmu.

Namun ingatkah kamu akan masa-masa dimana masih ada kata KITA? Masa-masa dimana kita berdua menempuh segala badai, berjuang bersama melalui segala tawa-ku dan tangis-mu. Masa-masa dimana kita diajarkan untuk membuang segala perbedaan dan bersatu demi satu tujuan. Ya, kita memang sangat jauh berbeda bagai dua sisi mata koin, namun tetaplah satu adanya. Perbedaan karakter yang sangat bertolak belakang justru itulah yang membuat kita mampu bertahan sampai akhirnya kau memutuskan untuk pergi.

Sekarang tanpamu disini, aku masih tetap diperhadapkan pada badai yang sama. Tanpamu disini, aku diharuskan untuk tetap berhasil menyelesaikan perjuangan sampai menang. Walaupun aku nyaris menyerah, namun aku harus meyakini semua akan baik-baik saja.

Aku perlu menuliskan ini agar kau tau kalau aku berharap kau ada di sini dan mengambil bagian dalam perjuangan ini. Ya, harapan ini sama besarnya seperti harapanku agar kau senantiasa bahagia dengan pilihan langkah dalam lembaran baru hidupmu.

(Tulisan ini ditujukan untuk seorang sahabat yang selama tiga tahun terakhir ini sudah dengan setia menyertaiku dalam menghadapi audit ISO. Selamat menempuh hidup baru. Semoga apa yang kau impikan boleh jadi kenyataan. Tuhan berkati.)


Friday, August 01, 2008 |






Kebersamaan


Beberapa waktu terakhir ini most of my close friends lagi sibuk dengan urusannya sendiri2. Same case for me, but i miss those moments when i was among my friends. Pengen lagi bareng2 berenang, bareng2 menyusuri senja di kota tua, bareng2 wisata kuliner, bareng2 mikirin tantangan hidup en solusinya. Jujurnya, kalopun sekarang ada yang ajak gue buat ngelakuin itu semua, gue lon tentu bisa karena so many tasks i must accomplish, but i really wish i could have another moment of togetherness kaya dulu lagi. Kapankah itu kan terjadi lagi?


Tuesday, July 29, 2008 |






Kelas Terakhir


Suatu hari di tahun 1997, kala itu adalah hari terakhir kelas Inggris dan waktu tengah menunjukkan pukul 7 tepat. Sir AAA masuk perlahan sambil menenteng gitar akustiknya yang berwarna coklat kebiruan. Senyum yang selalu manis tampaknya akan menjadi senyum terakhir yang akan dilihat para murid malam itu. Tugas terakhir kelas ini adalah mempresentasikan lagu dan alasan mengapa memilih lagu tersebut. Karena ini adalah kelas bahasa Inggris, maka tentu saja semua dilakukan dengan bahasa Inggris. Sir AAA memberi presentasi yang pertama dan petikan melodi gitar yang mendayu mulai mengisi ruang kelas yang dingin ACnya.


To really love a woman,
To understand her,
You've got to know her deep inside ...
Hear every thought,
See every dream,
And give her wings when she wants to fly.
Then when you find yourself lying helpless in her arms ...
You know you really love a woman

When you love a woman,
You tell her that she's really wanted.
When you love a woman,
You tell her that she's the one.
She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?

To really love a woman,
Let her hold you,
Till you know how she needs to be touched.
You've got to breathe her, really taste her,
Till you can feel her in your blood.
And when you see your unborn children in her eyes ...
You know you really love a woman.

When you love a woman,
You tell her that she's really wanted.
When you love a woman,
You tell her that she's the one.
She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?

You've got to give her some faith,
Hold her tight, a little tenderness.
You've got to treat her right.
She will be there for you taking good care of you ...
You really gotta love your woman.

And when you find yourself lying helpless in her arms,
You know you really love a woman.

When you love a woman,
You tell her that she's really wanted.
When you love a woman,
You tell her that she's the one.
She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?
So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?

So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman



Sejak saat itu, saya sangat suka bila ada orang yang mampu mencuri perhatian saya dengan permainan gitar melodi yang luar biasa. Sayangnya, tidak banyak orang yang mampu mempesona dengan skill yang seperti itu. Hmmm, hari ini hari terakhir dan waktunya wisuda di kelas WB. Jadi bertanya2, kira2 apakah moment ini akan membekas seperti moment tahun 1997 itu yah?


Saturday, July 19, 2008 |






Logo Carrefour


Apa yang terlihat dari logo ini? Katanya ada pesan tersembunyi di dalam logo ini. Beberapa temen butuh waktu yang cukup lama buat menguak misteri ini, tapi ada juga yang butuh waktu sekilas aja. Gimana dengan kalian? Komen yah di bawah kalo udah nemu jawabannya.


Tuesday, July 15, 2008 |






dillema


mana kah yang harus kupilih?
help me .......................


Monday, July 14, 2008 |






Prioritas


Adalah tuntutan ego manusia yang memberi rasa bahagia bila masing-masing individu tersebut diperlakukan dengan prioritas tingkat tinggi. Kekasih menuntut agar diperhatikan lebih oleh pasangannya. Sesama rekan kerja saling bersaing untuk mendapatkan fasilitas dan penilaian prestasi yang terbaik. Ada pula nasabah bank yang sangat puas ketika menikmati fasilitas prioritas dari bank sehingga waktunya tidak terbuang percuma untuk antri panjang. Dari contoh-contoh di atas, saya menarik kesimpulan bahwa prioritas hanya akan diberikan kepada mereka yang berhak mendapatkannya, entah karena sudah membayar dengan suatu harga tertentu atau karena memang sudah menjadi hak yang diperoleh dari status orang tersebut.

Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kalimat tersebut mungkin sudah cukup sering kita dengar namun apakah kita sudah melakukannya dalam keseharian kita? Dan bagaimana dengan motivasi kita saat kita tengah memperlakukan orang lain? Apakah yang menjadi harapan atau pamrih ketika kita memberikan prioritas kepada orang-orang tertentu? Adakah kasih yang mendasari segala tindakan kita?

Pagi ini saya tengah mengalami kecewa dengan seseorang. Permasalahan yang kecil dan sederhana namun saya merasa terkejut atas respon orang tersebut dan jengkel pilihan-pilihannya yang rasanya tidak seimbang dengan prioritas yang saya sudah berikan selama ini. Sejenak saya terbenam dalam gejolak ego yang mengeruhkan ketenangan pikiran; sempat berasumsi tentang seberapa penting diri ini baginya, sempat merengut kesal karena gagalnya beberapa alternatif rencana yang sudah susah payah dipikirkan, bersyukurlah karena saya juga sempat mengingat kenyataan bahwa saya pun sering berlaku tidak adil dan tidak memprioritaskan orang-orang yang membutuhkan prioritas saya. Bahkan yang terlebih parah adalah saya pun sering tidak memprioritaskan sosok pribadi yang jelas-jelas tulus memprioritaskan saya senantiasa.

Intropeksi tersebut membuat saya berhenti merasa kecewa terhadap seseorang ini, walau jujur saya katakan hati ini masih terasa tidak nyaman, namun sekarang saya sudah lebih lega menerima ini. Bukan hanya itu saja; melalui kejadian ini saya kembali disegarkan akan komitmen awal antara saya dan Kristus. Betapa jauh saya telah melangkah bersamaNya, betapa jauh prioritas yang telah saya berikan dan betapa hidup saya tetap dipeliharaNya walau saya seringkali mengecewakan Kristus dengan kebodohan-kebodohan saya yang manusiawi.

Kembali saya diajarkan tentang kasih yang tanpa syarat. Tetaplah berbuat baik dan memprioritaskan mereka yang benar-benar membutuhkan karena itulah salah satu sarana kita untuk membagikan kasih tanpa syarat. Namun, apakah kita masih tetap membagikan kasih dan hidup kita saat yang lain mengecewakan kita? It’s not only about priority; it’s all about love-controlled priority, honey darling.

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
(1 Petrus 1:22)


Saturday, July 05, 2008 |






Basi


Dalam waktu beberapa bulan udah terjadi beberapa hal yang bikin gue intropeksi ulang. Kenapa bisa terjadi hal itu? Apa seh yang jadi tujuan dan motivasi selama ini? Dan pertanyaan yang paling penting adalah: siapakah kawan sejati ketika hidup ini mengalami hempasan badai?

Gue emang punya banyak kenalan yang mengaku diri sebagai kawan dan sahabat gue. Gue ga menolak kenyataan kalo gue juga butuh mereka buat mengisi hari2 gue hidup di bumi ini. Tapi alangkah terkejutnya gue mengetahui kesejatian mereka sebagai kawan ketika ada badai yang menerpa hidup gue. Setidaknya makin jelas terlihat siapa aja yang bener2 care dan mau mendukung penuh, siapa aja yang cuman cuap2 ngasi nasehat dan siapa aja yang malah menambah masalah dengan kalimat2 intimidasi yang sok suci.

Anyway, gue ga usah cuap2 hal2 basi di blog ini lah, ga guna sama sekali. Thanks buat para kawan2 yang udah menunjukkan kesejatiannya. Apapun motivasi kalian, thanks, I really appreciate that. I hope I could remember your wonderous deeds until my last breath on earth.


Saturday, July 05, 2008 |






Berjalan Dengan Keong


dapat dari temen nih..


Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.

Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal di belakang. Pelankan langkah, tenangkan hati....

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

"He's here and with me for a reason"

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu..
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..


Thursday, June 26, 2008 |





 
Name :
URL :
Message :
\:D/ :hit :)) :x

Best Viewed in
1024 x 768 Resolution