Well, judul kali ini mungkin mirip dengan judul film romansa picisan yang bikin orang mencibir jijai, tapi kalimat di atas cukup menggambarkan perbedaan yang lumayan terasa saat ini.
Biasanya aku tidak sendiri mengerjakan ini semua, namun sekarang kamu sudah bahagia di tempat yang lain dan tentunya keadaan di sana jauh lebih baik dari sini. Aku tidak mungkin melarangmu untuk pergi membuka lembaran baru dalam hidupmu. Aku tidak mungkin memberhalakan ego diri dan mengekang langkahmu untuk mewujudkan mimpi indahmu.
Namun ingatkah kamu akan masa-masa dimana masih ada kata KITA? Masa-masa dimana kita berdua menempuh segala badai, berjuang bersama melalui segala tawa-ku dan tangis-mu. Masa-masa dimana kita diajarkan untuk membuang segala perbedaan dan bersatu demi satu tujuan. Ya, kita memang sangat jauh berbeda bagai dua sisi mata koin, namun tetaplah satu adanya. Perbedaan karakter yang sangat bertolak belakang justru itulah yang membuat kita mampu bertahan sampai akhirnya kau memutuskan untuk pergi.
Sekarang tanpamu disini, aku masih tetap diperhadapkan pada badai yang sama. Tanpamu disini, aku diharuskan untuk tetap berhasil menyelesaikan perjuangan sampai menang. Walaupun aku nyaris menyerah, namun aku harus meyakini semua akan baik-baik saja.
Aku perlu menuliskan ini agar kau tau kalau aku berharap kau ada di sini dan mengambil bagian dalam perjuangan ini. Ya, harapan ini sama besarnya seperti harapanku agar kau senantiasa bahagia dengan pilihan langkah dalam lembaran baru hidupmu.
(Tulisan ini ditujukan untuk seorang sahabat yang selama tiga tahun terakhir ini sudah dengan setia menyertaiku dalam menghadapi audit ISO. Selamat menempuh hidup baru. Semoga apa yang kau impikan boleh jadi kenyataan. Tuhan berkati.)
0 comments:
Post a Comment